Selasa, 25 Desember 2012

MENATA RUANG KELAS DAN PERLENGKAPANNYA

TUGAS AKHIR MANAJEMEN KELAS MAKALAH ILMIAH “MENATA RUANG KELAS DAN PERLENGKAPANNYA” KATA PENGANTAR Alhamdulillah segala puji dan syukur kami panjatkan kepada Tuhan Yang Maha Esa, atas segala limpahan karunia serta rahmat dan hidayah-NYA sehingga makalah ilmiah yang berjudul “MENATA RUANG KELAS DAN PERLENGKAPANNYA” dapat terselesaikan dengan baik. Tak lupa kami ucapkan terimakasih kepada Ibu Komsini sebagai dosen pembimbing yang telah membantu kami dalam mengerjakan makalah ilmiah ini. Kami juga mengucapkan kepada teman-teman yang telah membantu baik langsung maupun tidak langsung dalam pembuatan makalah ini. Kritik dan saran kami harapkan untuk kemajuan mkalah ilmiah ini. Kami berharap semoga makalah ilmiah ini dapat berguna untuk semua pihak, terutama untuk meningkatkan mutu pendidikan. Semarang, November 2012 Penulis BAB I PENDAHULUAN A. LATAR BELAKANG Ruang kelas merupakan suatu taman belajar bagi siswa dan menjadi tempat mereka, bertumbuh dan berkembang baik secara fisik, intelektual maupun emosional.(Ahmad 1995:14). Syarat – syarat kelas yang baik adalah: (1) rapi, bersih, sehat, tidak lembab, (2) cukup cahaya yang meneranginya, (3) sirkulasi udara cukup, (4) perabot dalam keadaan baik, cukup jumlahnya dan ditata dengan rapi, dan (5) jumlah siswa tidak lebih dari 40 orang. Penataan ruang kelas dan kelengkapannya dapat mempengaruhi kegiatan belajar mengajar di ruang kelas tersebut. Sebagai calon guru harus bisa mengetahui bagaimana cara menata ruangan tersebut agar siswa dapat tertarik untuk belajar serta nyaman untuk siswa sehingga kegiatan belajar berjalan dengan lanjar, tujuan pembelajaran tercapai serta hasil belajar siswa memuaskan. B. RUMUSAN MASALAH a. Bagaimana cara mengatur ruang kelas dengan baik? b. Bagaimana cara mengatur perlengkapan kelas dengan baik? C. TUJUAN Diharapkan dengan makalah ilmiah ini dapat membantu pembaca dan teman-teman untuk mengetahui cara menata ruang kelas dan perlengkapannya dengan baik. D. MANFAAT Dengan membaca makalah ini pembaca mendapatakan manfaat sebagai berikut: a. Dapat mengetahui cara mengatur ruang kelas dengan baik. b. Dapat mengetahui cara mengatur perlengkapan ruang kelas dengan baik. E. RELEFANSI Sumber-sumber untuk pembuatan makalah ilmiah ini sesuai dengan judul yang saya pilih yaitu Menata Ruang Kelas Dan Perlengkapannya. Dimana kelas yang baik harus rapi, teratur dan bersih sehingga siswa nyaman belajar dan membuat siswa semangat sehingga proses pembelajaran berjalan dengan lancer dan tujuan pembelajaran tercapai serta hasil belajar memuaskan. BAB II PEMBAHASAN A. Ruang Kelas Ruang kelas merupakan hal yang paling utama untuk menunjang proses belajar mengajar. Penataan ruang kelas mempengaruhi prilaku dan kebiasaan belajar siswa. Siswa membutuhkan lingkungan kelas yang tertata, membangkitkan semangat, dan nyaman untuk bisa belajar efektif di kelas. Di dalam sebuah kelas terdapat perlengkapan guna menunjang proses kegiatan belajar mengajar. Seperti meja dan kursi untuk siswa, meja kursi untuk guru, papan tulis, papan absensi, peta, gambar-gambar penunjang kegiatan belajar mengajar, almari, tempat sapu, tempat sampah, tempat pencuci tangan dan lain sebagainya. Perlengkapan tersebut perlu di tata agar ruang kelas rapi dan tidak kacau. B. Menata Ruang Kelas Dan Perlengkapannya Untuk menata ruang kelas dan perlengkapannya ada beberapa hal yang harus diperhatikan, yaitu : 1. Dinding Kelas Pada dinding kelas agar tampak menari dapat di tempelkan seperti, gambar presiden dan wakilnya beserta lambang garuda dapat di tempelkan pada bagian depan kelas, peraturan tata tertib bisa di tempelkan dekat jadwal pelajaran lalu jadwal piket, jadwal pelajaran dan jadwal piket dapat berupa print out atau tulisan tangan guru sekreatif mungkin, agar siswa minat membaca, pasang jam dinding pada bagian tembok belakang atas lalu di bawahnya dapat di pasangkan peta, bagian tembok belakang kanan dapat di pasang kastok yang berguna untuk menaruh sapu dan sulak dan bagian belakang kirinya dapat di pasang kastok juga yang berguna untuk menaruh penggaris panjang, segitiga atau yang lainnya yang di gunakan pada saat pembelajaran. Lalu pada tembok bagian kanan atau kiri tempat duduk siswa dapat di tempelkan gambar pahlawan atau alat music tradisional atau gambar-gambar yang mendukung pembelajaran. Atau jika ingin ada sesuatu yang berbeda dari kelas yang lain agar siswa tidak merasa bosan, guru dapat membuat tempelan di dinding yang di tempelkan berupa kotak berbentuk balok yang jumlahnya menyesuaikan jumlah siswa, dan setiap kotaknya bertuliskan nama siswa. Dan guru juga mempunyai kotak tersendiri yang bernama “BANK SOAL” pada bank soal ini setiap selesai pembelajaran artinya siswa pulang ke rumah, guru menaruhkan soal pada bank soal tersebut, jadi ketika siswa berangkat mereka akan mengambil soal dan mengerjakannya lalu menaruh jawabannya pada kotak mereka masing-masing, siswa yang berangkat lebih awal dapat memilih soal. Cara tersebut merupakan alternatif yang dipilih guru untuk siswa latian soal. 2. Ruang Lantai Mengatur perlengkapan agar memudahkan siswa bergerak, siswa mudah untuk diawasi dan tidak menganggu ruang gerak guru. Posisikan papan tulis dengan baik agar bisa di jangkau oleh semua siswa, jauhkan saklar atau kabel-kabel listrik yang berserakan di lantai. Pengaturan ruang lantai dapat disesuaikan dengan kondisi kegiatan belajar menagajar, seperti pada pembelajaran kelompok dengan pembelajaran seperti biasanya tentu pengaturan lantainya berbeda, karena berhubungan dengan meja kursi. 3. Meja Tulis Siswa Pengaturan meja tulis siswa dapat juga disesuaikan dengan kegiatan apa yang akan di laksanakan dalam ruangan, misalnya saja berkelompok, atau berdiskusi bersama. Jadi pengaturan meja kursi dapat bervariasi tidak monoton. Ketika pembelajaran berlangsung mungkin meja kursi di tata seperti biasa (bisa dilihat pada gambar) dan jika ada kegiatan kelompok pengaturannya berbeda ketika waktu pembelajaran biasa. Dalam pengaturan tempat duduk siswa ada beberapa hal yang perlu di perhatikan, yaitu : 1. Perlu adanya jalan untuk berlalu lintas jadi beri jarak bangku satu dengan bangku lainnya. 2. Pastikan meja dan kursi sesuai dengan jumlah siswa. 3. Pertimbangkan usia siswa 4. Pertimbangkan jumlah siswa 5. Pertimbangkan kegiatan yang akan dilaksanakan 6. Pertimbangkan posisi kontak liistrik, jendala dan pintu 7. Dan benda-benda bahaya ada dilokasi yang aman dan terkunci Pengaturan tempat duduk tersebut di maksudkan agar siswa nyaman mengikuti proses kegiatan belajar mengajar. Guru juga dapat memberi variasi dengan satu minggu sekali memberlakukan rolling yang depan pindah keblakang yang blakang pindah kedepan dan yang tegah menyesuaikan, agar siswa sama-sama merasakan bagaimana duduk di depan, di tengah atau di belakang, dan salah satu cara agar siswa tidak bosan jadi tidak monoton itu-itu saja. Atau bisa dengan melakukan variasi tempat duduk dengan tempat duduk di tata seperti angkare dan guru dapat lebih mudah untuk mengawasi siswa, guru dapat berdiri di tengah-tengah siswa untuk menjelaskan dan pada posisi ini juga dapat di pergunakan untuk performance. 4. Stasiun Kerja Komputer Kelas pada sekolah dasar saat ini dilengkapi dengan sarana komputer. Dengan komputer ini dapat memperluas kesempatan belajar siswa. Sebagai guru kelas harus menyediakan sarana tersebut, namun komputer yang digunakan harus kembali lagi disimpan di ruangan asal, jadi komputer tersebut dibawa ke kelas ketika pelajaran komputer berlangsung. Guru dapat mengatur jadwal agar tidak memakan waktu banyak, pada jam pertama mungkin lebih efisien karena guru dapat sedikit datang lebih awal untuk mempersiapkan pelajaran jadi waktu tidak terbuang. Dan ketika pembelajaran, sekolah tidak menyidiakan banyak komputer jadi siswa diminta untuk berkelompok, kelompok maksimal 3 orang, agar siswa lebih konsen dan tidak banyak berbicara dengan temannya. Pasang monitor agar guru lebih cermat untuk mengawasi siswa, jauhkan komputer dari kapur, cairan, magnet dan debu. 5. Meja Tulis Guru, Lemari Arsip, Proyektor Dan Perlengkapan Lainnya Meja tulis guru sebaiknya diletakan didepan kelas, agar guru dapat mengawasi siswa, memperhatikan keadaan siswa, jadi bukan siswa yang harus mengawasi gurunya, tapi disinilah peran guru, jangan sekali-kali meletakan meja tulis guru di blakang meja kursi siswa, karena guru akan susah mengawasi siswa dan siswa merasa tidak ada yang memperhatikan. Jika para siswa dapat menggunakan alat yang ada di meja guru, seperti crayon atau pena, sebaiknya dibuat prosedur antara guru dan siswa, apakah harus ada izin terlebih dahulu atau tidak. Lemari arsi dan lemari penyimpanan barang-barang yang fungsional dan sekiranya selalu digunakan dalam proses kegiatan belajar mengajar sebaiknya diletakan dekat dengan meja tulis guru, yang paling penting tidak menggangu pandangan guru terhadap siswa. Komputer untuk mengarsip laporan absensi atau keterlambatan dan lain sebagainya yang diletakan di dekat meja guru, sebaiknya tidak menggangu guru untuk mengawasi dan memperhatikan siswa. Guru harus menjaga kerahasiaan data-data siswa. 6. Lemari Buku Lemari buku yang berada dalam ruang kelas sebaiknya diletakan sedemikian rupa, sehingga tidak menghalangi siswa untuk beraktifitas, tidak menghalangi siswa untuk melihat papan tulis dan tentu saja tidak menghalangi pandangan guru terhadap siswa-siswanya. Lemari ini sebaiknya di tempatkan tidak jauh dari guru karena di dalam lemari buku ini terdapat banyak benda yang perlu di gunakan dalam proses pembelajaran berlangsung. Pilihlah bentuk lemari buku yang tinggi keatas jadi tidak memakan tempat di rung kelas tersebut, jika dalam satu kelas hanya mempunyai satu lemari buku, cobalah simpan buku-buku yang jarang digunakan dilemari itu juga dengan di tata dengan rapi. 7. Pusat Pusat merupakan suatu tempat siswa diperbolehkan mengerjakan kegiatan khusus, mempelajari sebuah topic atau berkelompok. Pusat ini dapat berbentuk sebuah ruangan yang dapat dibatasi dengan almari atau jika guru mempunyai ruangan kelas yang tidak cukup besar, guru sebaiknya mempergunakan lahan yang ada di belakang tempat duduk siswa paling belakang, disitu dapat di taruh tikar jadi suasana jadi akrab dan nyaman. 8. Hewan Peliharaan, Akuarium, Dan Benda Khusus Dengan adanya hewan peliharaan akan menarik perhatian siswa, bawalah binatang peliharaan ketika suasana kelas sudah mulai tengang, misalnya ketika akan mendekati ujian mid semester, karena jika pada awal semester mereka masih merasa senang dengan kelas yang baru. Dengan hewan peliharaan usahakan perhatian siswa masih memperhatikan pelajaran, bukan focus dengan hewan. Sebelum memilih hewan peliharaan apa yang akan di bawa ke kelas, guru harus memperhatikan apa ad siswa yang alergi dengan binatang, dan fikirkan terlebih dahulu, jika ada hewan peliharaan akan membebankan siswa untuk memberi makan, merawat dan lain sebagainya. 9. Ruang Penyimpanan Dan Perlengkapan Ruang penyimpanan di dalam kelas biasanya guru memultifungsikan almari untuk menyimpan perlengkapan penunjang proses kegiatan pembelajaran 10. Buku Ajar Dan Material Pembelajaran Lainnya Mengidentifikasi buku ajar dan material pembelajaran (kamus, ensiklopedia, majalah, Koran, petaglobe dan perkayasa matematika) yang akan digunakan di dalam kelas. Pastikan jumlahnya mencukupi jumlah siswa, buatlah rak buku untuk menaruh buku-buku yang akan digunakan jadi mudah untuk aksesnya, guru menentukan buku mana yang akan di bawa siswa pulang untuk panduan belajar dan buku mana pula yang harus disimpan di kelas. Jika ada material-material tambahan yang belum diketahui dapat dikonsultasikan dengan kepala sekolah. 11. Pekerjaan Siswa Dan Berkas Portofolio Buatlah sebuah folder khusus siswa untuk menaruh pekerjaan mereka, folder dapat diletakan pada meja siswa atau sekeliling tempat duduk siswa, dapat juga tugas-tugas siswa tersebut dijadikan dalam bentuk file berupa CD, jadi dapat digunakan dimasa mendatang dan dapat di arsipkan. Sama dengan halnya pekerjaan siswa, berkas portofolio yang siswa kerjakan juga perlu di simpan di dalam forder agar siswa dapat lebih mudah untuyk mnjangkaunya. 12. Material Ruang Kelas Yang Sering Digunakan Guru tidak dapat mengandalkan siswa untuk selalu membawa peralatan yang lengkap, sebaiknya guru juga menyediakannya wealaupun sudah memberi daftar catatan perlengkapan kepada orang tua. Perlengkapan yang sering digunakan dan guru harus menyediakannya seperti : kertas dengan berbagai ukuran dan warna, spidol yang larut dalam air, penggaris, pena, lem, isolative dan bahan-bahan untuk praktik ipa, letakan benda-benda tersebut pada rak yang mudah dijangkau. 13. Perlengkapan Guru Biasanya guru mendapatkan material-material pembelajaran dari kantor untuk keperluan pembelajaran, sebaiknya guru mempunyai buku kelas, buku rencana mata pelajaran, edisi khusus guru bagi seluruh buku ajar. Benda-benda tersebut dapat diletakan pada meja tulis guru. 14. Material Lainnya Jam dindin dan kalender sangat penting sekali bagi ruang kelas karena sebagai penanda waktu, benda-benda yang dibutuhkan lainnya adalah : tisu, kain lap, sarung tangan, perban, dan juga untuk perbaikan-perbaikan kecil dibutuhkan palu, tang, dan obeng. 15. Benda-benda Milik Para Siswa Guru dapat merencanakan sebuah ruangan untuk tempat benda-benda milik siswa, misalnya dengan membuat rak khusus untuk barang-barang siswa, sehingga ketika di ruang kelas dan melaksanakan proses kegiatan belajar mengajar, ruangan tampak rapi. 16. Perlengkapan Sebelum melaksanakan proses kegiatan belajar mengajar periksalah perlengkapan sepertio komputer, proyektor, perekan CD, VCR, simpanlah benda-benda tersebut pada tempat yang mudah di jangkau. 17. Benda-benda Yang Jarang Digunakan Atau Musiman Simpanlah benda-benda yang tidak terpakai di belakang almari, atau bisa juga diletakan dalam kotak kardus dan simpan di atas almari. BAB III PENUTUP A. Simpulan Ruang kelas merupakan hal yang paling utama untuk menunjang proses belajar mengajar. Penataan ruang kelas mempengaruhi prilaku dan kebiasaan belajar siswa. Didalamnya terdapat perlengkapan-perlengkapan yang harus di tata secara rapih. Untuk menata ruang kelas dan perlengkapannya ada beberapa hal yang harus diperhatikan, yaitu : a. Dinding Kelas b. Ruang lantai c. Pengaturan meja tulis siswa d. Stasiun kerja komputer e. Lemari buku f. Pusat g. Hewan peliharaan, akuarium, dan benda-benda khusus h. Ruang penyimpanan dan perlengkapan i. Buku ajar dan material pembelajaran lainnya j. Pekerjaan siswa dan portofolio k. Material ruang kelas yang sering digunakan l. Perlengkapan guru m. Material lainnya n. Benda milik para siswa o. Perlengkapan p. Benda-benda yang jarang digunakan atau musiman B. Saran Penataan ruang kelas tidak semudah yang dibayangkan, keuletan dan kekreatifan seorang guru untuk menata ruang kelas sangat di butuhkan. Dan janganlah sungkan untuk menata ruang kelas anda, karena akan berdampak positif pada siswa. DAFTAR PUSTAKA Evertson.Carolyn M,Emmer.Edmud T.Mnajemen Kelas Untuk Guru Sekolah Dasar. Jakarta:KencanaPrenada Media Grup,2011. Retnaningdyah blogspot.com/menata-ruang-kelas-sekolah dasar.html www.sekolahdasar. Net/kelas-yang-menyenangkan.html episentrum.com/contoh-tata-ruang-kelas-sekolah-dasar.html www.scribd.com/penataan-peralatan-kelas.html www.massofa.wordpress.com/hakikat-pengelolaan-dan-penataan-kelas.html akhmadsudrajat.wordpress.com/penataan-tempat-duduk-siswa.html gurukratif.wordpress.com/manajemen-kelas.html

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar